Home » Keluarga Besar Peureulak Jakarta Gelar Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim

Keluarga Besar Peureulak Jakarta Gelar Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim

by Redaksi

ACEHSUMATRA.COM (Jakarta) Paguyuban masyarakat Aceh diperantauan “Keluarga Besar Peureulak Jakarta” memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H, Minggu,(15/10/2023) di Resto Pocut Dara, Komplek BATAN, Pasar Minggu.

Dengan penuh haru dan bangga saya mengucapkan terimakasih banyak kepada para donatur dan para undangan yang hadir, khususnya warga Peureulak Sejabodetabekjur.Kita hadir hari ini sebagai bentuk kecintaan kita kepada Rasullulah SAW dan juga sebagai bentuk Ukhuwah diperantauan,” ujar Ketua Keluarga Besar Peureulak Jakarta, Arifuddin, dalam sambutanya.

Arifuddin dalam sambutannya itu juga mengajak untuk meraih mamfaat dari peringatan maulid dan menghindari kemudharatan.

Keluarga Besar Peureulak Jakarta Gelar Maulid Nabi

Ketua Panitia Maulid Keluarga Besar Peureulak, Khairul Najib, atas nama panitia pelaksana mengucapkan terima kasih banyak khususnya para donatur dan rekan rekan semua atas kerja kerasnya sehingga acara bisa terlaksana dengan khidmat dan lancar.

Turut memberikan sambutan tokoh Peureulak yang menjadi Pejabat Bupati Aceh Utara, Mahyuzar Majid, mengajak semua warga Aceh diperantauan agar selalu menjaga ukhuwah dan selalu menjaga persatuan, khususnya warga Peureulak diperantauan agar selalu menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat.

Mahyuzar Majid yang merupakan Putra Aceh kelahiran Peureulak yang bertugas di BKKBN Pusat dan saat ini diberi tugas tambahan oleh Pemerintah untuk menjadi Pj Bupati Aceh Utara berharap agar kedepan Aceh semakin maju dan taraf ekonomi masyarakat akan semakin tinggi.

“Semoga dengan peringatan Maulid ini sebagai moment perbaikan diri dari segala segi, menjaga akhlak, sikap, tutur kata dan selalu bijak dalam melihat sesuatu,” imbuh Mahyuzar Majid.

Sementara Ustad Haji Khairul Anam dalam ceramah nya mengajak semua warga Aceh, khususnya warga Peureulak diperantauan bisa menjadi panutan dan menjadikan moment Maulid Nabi sebagai bentuk perbaikan diri, sehingga dapat meraih mamfaat dan terhindar dari segala bentuk kemudharatan.

“Santunan anak yatim adalah bentuk kepeduliaan kita untuk warga Peureulak diperantauan dan setiap tahun kita laksanakan,”ujar Arifuddin yang menjadi nakhoda keluarga besar Peureulak diperantauan, sambil menyeru bila ada warga Peureulak diperantauan yang belum terdata oleh kami agar bisa melapor.

Keluarga Besar Peureulak Jakarta Gelar Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim

“Kita akan selalu menjaga Silaturrahmi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya dengan PP TIM, organisasi sektoral dan lokal yang diperantauan serta paguyuban-paguyuban lainnya.terus membina silaturrahmi dan jaga terus rasa persaudaraan sesama,”pungkas Arifuddin.

Acara Maulid Nabi dan Santunan anak yatim ditutup dengan Pembacaan Do’a oleh Teungku Abdul Salam dan diakhiri dengan Shalat Dhuhur berjamaah sekaligus makan bersama.(@do)

You may also like